Apa yang ada dalam pikiran kita tentang cantik?
Tubuh proporsional dengan wajah sempurna. Kulit putih, hidung mancung, bermata indah, bibir tipis merah merona, bulu mata yang lentik dan panjang, alis seperti semut yang berbaris teratur, rambut hitam panjang yang berkilau mirip model-model wanita yang sering kita saksikan dilayar kaca TV pada iklan kosmetik. Atau wajah yang lembut, mata yang teduh, bibir dimana keluar kata-kata penuh kebaikan, tangan yang hangat bertabur cinta. Atau kedua-duanya.
Mungkin idealnya adalah seperti itu. Namun Allah Yang Maha Adil menciptakan wanita dengan ciri khas, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak semua wanita dianugerahi wajah cantik sempurna. Ada banyak wanita yang berwajah pas-pasan. Sekalipun memakai kosmetik yang sangat mahal tetap tidak banyak membantu membuat wajahnya menjadi cantik,
Banyak wanita bermimpi untuk selalu tampil cantik dan mempesona, sehingga diidam-idamkan banyak pria. Selalu menjadi pusat perhatian, bahkan katanya dengan berpenampilan cantik apapun bisa diraih. Persis yang sering kita saksikan di iklan kosmetik di TV. Alhasil banyak wanita yang tergiur sehingga berbondong-bondong membeli produk iklan tersebut, tak perlu kita sebutkan karena kita sudah mengetahuinya. Bahkan uang tabungannya terkuraspun tidak masalah asalkan wajahnya disulap menjadi lebih cantik elok nan mempesona. Sebut saja krim pemutih wajah dan tubuh, spa dengan aroma terapi (tubuh, rambut dan kuku), lulur, operasi sedot lemak, shampoo,pewarna rambut dan perawatan lainnya yang semakin hari semakin banyak ragamnya. Semuanya diadakan untuk memanjakan wanita sekaligus menjanjikan tampil lebih mempesona.
Tapi apakah betul seperti itu?
Mudah-mudahan kita tidak tertipu oleh jerat kapitalis. bagaimana tidak, kriteria cantik yang mereka (produsen kosmetik) kampanyekan berhasil meraup rupiah yang sangat besar. Mereka dengan bangga menampilkan modelnya tampil lebih elok jelita karena telah memakai produknya.
Lalu bagaimana dengan mereka yang diamanahi wajah pas-pasan? Tentu bagi mereka yang percaya adalah musibah. Berkulit gelap, hidung tidak mancung, dada rata, rambut tipis dan kekurangan lain yang harus segera dipermak. Keadaan ini seperti petaka baginya sehingga menjadikannya jauh dari rasa syukur serta lupa bahwa Allah telah menciptakannya dengan sebaik-baiknya.
Cantik yang sebenarnya adalah cantik yang tidak hanya sebatas sempurnanya fisik. Cantik yang sejati adalah terpancar dari hati. Cantik yang ketika suami memandang wajahnya memancarkan sinar kelembutan. Matanya yang teduh membuat suaminya larut dalam hangat kesetiaan dan putih cintanya. Lembut tangannya yang selalu menolong siapapun yang memerlukannya, lentik jarinya begitu indah karena rajin bersedekah. Bibir lembutnya selalu mengeluarkan kata-kata penuh manfaat kebaikan bukan kesia-siaan. Cantik inilah yang akan abadi. Walaupun badannya sudah renta dimakan usia, kulitnya yang sudah disapa keriput disana-sini, namun tetaplah ia Si Cantik Jelita yang mempesona.
Lain hal dengan wanita cantik hanya sebatas fisik. Cantik jenis ini memanglah tidak abadi. Wajah tuanya tidak bisa dibanggakan lagi. Wajah tua bagaikan kutukan. Dalam keadaan ini si cantik merasa masa emasnya sudah habis. Kini ia harus tinggal dengan tua yang menyesalkan karena krim anti agingnya tidak bisa mencegah datangnya tua.
Jadi siapapun diri kita, bagaimana rupa kita, kita adalah ciptaan Allah yang sempurna. Kekurangan yang ada bukanlah bentuk kegagalan dari PenciptaanNya. Allah yang Maha Sempurna menciptakan kita dengan keunikan tersendiri. Cantik rupa adalah anugerah. Namun lebih mulia jika ia dibalut dengan iman dan takwa. Wajah biasa saja akan terlihat cantik karena Allah menjadikannya cantik selama ia menjunjung iman dan takwa.
Cantik ada di dalam hati yang akan memancarkan kekuatan pesona tiada tara yang akan membuat orang-orang disekelilingnya terpesona bukan karena rupa melainkan jiwa yang dibalut iman takwa karena cinta kepada Allah.
Wallahu a’lam