Ketika ku harus sholat menghadap kiblat, ku tahu aku sedang memandang lurus Ka’bah. Bukankah ia merupakan konduktor terdasyat di muka bumi. Allah mewajibkan seluruh umat sholat menghadap kiblat bukan tanpa tujuan. Allah mewajibkan orang-orang yang berhaji dan umroh untuk mengelilingi Ka’bah yang berlawanan dengan arah jarum jam, berlapis-lapis juga bukan tanpa tujuan. Bukankah berdoa di sekeliling Ka’bah adalah mustajab. Bergetarnya hati, menangis haru bukanlah tanpa alasan. Deraian air mata dan jeritan hati bukanlah tanda tiada arti. di sana, Di Ka’bah pusaran gelombang elektromagnetik menghantarkan jutaan rasa dan asa tumpah ruah demi satu ketaatan.
berharap saja, jiwa kotor ini terasa luruh, berharap noda-noda dosa yang melekat didiri tersapu bersih. di sana, di pusaran Ka’bah ataupun hanya dibentangan sajadah ini terhampar segala rasa dan asa. Kekuatan yang tidak pernah dimengerti itu hadir dan nyata, membawa semangat untuk terus memompa kisah-kisah dengan amalan yang baik. Berdiri teguh, berjalan mengelilinginya atau sekedar berlari mengitari Ka’bah membawa kita kedalam pusaran energi terkuat, doa-doa diijabah karena disini tempat sinyal terkuat yang dapat dirasa sampai langit ketujuh. subhanallah.
meskipun kini, diatas hamparan sehelai sajadah ini, sinyal-sinyal kekuatan ini terus Allah pancangkan. semburan cintaNya terus dihadirkan demi membasahi jiwa-jiwa yang semakin kering ini. Ya Allah, hamba yakin, Cinta-Mu ini takkan pernah reda menghujani jiwa-jiwa kerontang ini, kasih-Mu tak pernah henti menyelimuti jiwa-jiwa lusuh ini.
ya Allah, sampaikanlah diri dan jiwa ini sampai kesana. tempat hajar aswad bersemayam, yang selalu mengundang petir-Mu. Atau disana, Tempat Rasulullah beranjak Isra Mi’raj yang selalu berkilauan memancarkan cahaya dasyat yang merupakan titik yang paling bersinar di muka bumi yang dapat terlihat dari luar angkasa.Atau disana. Tempat dilahirkan para nabi tercinta. ladang nyata jihad kami, untuk memutus tangan-tangan zionis yang biadab. Ya Allah, Bilakah kesempatan itu hadir? sekedar penghapus kesia-siaanku di dunia. Wallahu A’lam.