<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mengikat ilmu</title>
	<atom:link href="http://ummusyamil.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummusyamil.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jul 2008 22:54:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummusyamil.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mengikat ilmu</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummusyamil.wordpress.com/osd.xml" title="Mengikat ilmu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummusyamil.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Selamat Hari Anak Nasional!</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/07/23/selamat-hari-anak-nasional/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/07/23/selamat-hari-anak-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 22:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Itulah sapaanku dipagi hari yang dingin. Walaupun masih sedikit orang yang menyadarinya, namun aku sangat senang bisa mengucapkannya. Ya. 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional. Tentu saja si 32 bulan itu hanya menatap bingung, namun ia lekas tersenyum setelah deretan ciuman mendarat dipipinya yang ranum. Gemass sekali!   Entah sudah berapa kali negeri ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=10&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Itulah sapaanku dipagi hari yang dingin. Walaupun masih sedikit orang yang menyadarinya, namun aku sangat senang bisa mengucapkannya. <span lang="SV">Ya. 23 juli diperingati sebagai hari anak nasional. </span><span lang="IT">Tentu saja si 32 bulan itu hanya menatap bingung, namun ia lekas tersenyum setelah deretan ciuman mendarat dipipinya yang ranum. Gemass sekali!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Entah sudah berapa kali negeri ini merayakan hari jadinya anak-anak Indonesia. Toh, tetap saja masih begitu banyak anak-anak yang hidup tidak sebagaimana laiknya anak-anak. Ahh, sering kita dengar anak-anak sebagai komoditas bisnis, ditelantarkan, didzalimi, yang semuanya tidak saja dilakukan oleh orang lain melainkan oleh keluarga termasuk orang tuanya sendiri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Faktanya, pandangan dan pendengaran kita masih belum lepas dari nyanyian anak-anak jalanan, tetesan tangis anak-anak yang menjadi kuli-kuli berat, maraknya penculikan anak, merajalelanya perdagangan anak, rintihan jeritan anak-anak yang disiksa sebagai bentuk pelampiasan amarah orang tuanya, dan beribu penderitaan lainnya anak-anak Indonesia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anak adalah permata keluarga. Anak adalah <span> </span>Qurrota A’yun (penyejuk pandangan). Kehadirannya selalu membawa kebahagiaan dan keceriaan di tengah keluarga. Bisa kita bayangkan bila di dunia ini tidak ada anak-anak, dunia hanya diisi oleh orang dewasa. Atau rumah yang dihuni hanya orang-orang dewasa. Sepi, monoton, ahh sangat membosankan!</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anak adalah amanah sekaligus aset berharga bagi kedua orang tuanya, yang kelak akan dipertanggung-jawabkan. Tak ada kata memiliki yang mutlak. Kita seolah-olah memiliki anak kita, membesarkannya, mendidiknya, memberi kehidupan yang layak, bukanlah cukup alasan bagi kita untuk serta merta berbuat kepada mereka sesuai dengan keinginan kita. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Memang di Hari Anak Nasional yang cuma sehari ini, belum bisa menjanjikan terpenuhinya hak-hak anak sehingga mendorong kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Namun setidaknya mengingatkan hati dan pikiran kita untuk selalu memperbaiki diri untuk menjadi orang tua yang Allah harapkan sekaligus yang anak-anak kita banggakan. Tidak mudah memang. Karena disadari selain sebagai orang tua kitapun mempunyai berbagai eksistensi lain yang juga menuntut pengorbanan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT">Jadi tak ada salahnya, di hari ini, kita duduk, merenung dan menjawab suara-suara hati yang selama ini dibungkam. Sadari kekurangan diri dari awal kita menjadi orang tua. Azamkan dalam diri untuk terus memberikan yang terbaik seperti yang Allah perintahkan. Lalu bangkit dan berdiri mengejar ketertinggalan kita. Peluklah hati anak-anak kita dan ucapkan maaf dengan penuh cinta. Mari kita ajak berbicara harapan dan cita-cita. </span><span lang="SV">Biarlah mereka sadari dan bersyukur karena mereka adalak anak yang paling berbahagia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IT"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hari Anak Nasional cukup diperingati setahun, namun hari untuk anak-anak setiap hari, setiap detik, setiap saat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Every day I Love You coz Allah. Sun sayang buat Syamil ar-Rayyan Fikri. Maafkan ummi dan abi <span> </span>yang masih belum bisa menjadi orang tuamu yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hari ini memang tak ada kado atau balon-balon atau kue sebagai tanda perayaan. Namun hari ini berjuta doa dan harap tercurah untukmu. Selamat Hari Anak, Anakku sayang. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=10&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/07/23/selamat-hari-anak-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jilbab Hati&#8221;</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/06/05/jilbab-hati/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/06/05/jilbab-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 17:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar jilbab hati atau menjilbabi hati? Pernyataan ini  kian santer terdengar dari beberapa rekan kita atau opini para artis yang lebih memilih menjilbabi hati daripada menjilbabi auratnya? Lalu bagaimanakah Islam menanggapi hal ini? Namun, sebelumnya saya ingin mengucapkan :   SELAMAT bagi para muslimah yang telah memutuskan untuk memulai semua ibadahnya dengan berjilbab.   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=8&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pernah dengar jilbab hati atau menjilbabi hati? Pernyataan ini<span>  </span>kian santer terdengar dari beberapa rekan kita atau opini para artis yang lebih memilih menjilbabi hati daripada menjilbabi auratnya? Lalu bagaimanakah Islam menanggapi hal ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Namun, sebelumnya saya ingin mengucapkan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">SELAMAT bagi para muslimah yang telah memutuskan untuk memulai semua ibadahnya dengan berjilbab.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Islam adalah agama satu-satu yang mengatur semua aspek kehidupan termasuk<span>  </span>wanita. Wanita disini adalah muslimah, yaitu wanita islam yang ridha hidupnya diatur oleh Al Quran dan Sunnah Rasul. <span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Islam mewajibkan muslimah yang sudah akil baligh untuk menutup seluruh auratnya. Seperti Firman Allah dalam QS. An Nur:31 yang berbunyi: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya…..” </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketika muslimah dianggap sebagai perhiasan, maka ia harus mampu menjaga kilaunya agar tetap suci kecuali kepada suaminya. Yaitu dengan jilbab. Jilbab atau hijab diwajibkan Allah bagi para muslimah semata-mata dalam upaya menjaga kehormatannya dan menjauhkan mereka dari fitnah atau musibah.</span></p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketika para muslimah memutuskan untuk mentaati perintah Allah untuk berjilbab, maka hendaknya harus dilakukan dengan benar dan ikhlas. Benar artinya sesuai dengan syariat yaitu menutup seluruh auratnya kecuali yang nampak dari padanya. Sebagian besar para ulama sepakat bahwa”yang nampak dari padanya” adalah wajah dan kedua telapak tangannya, sedang yang lainnya adalah termasuk aurat yang harus ditutup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ikhlas artinya para muslimah berjilbab diniatkan hanya karena Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Alhamdulillah, kini kesadaran para muslimah untuk berjilbab semakin nyata. Terlihat dari banyaknya para muslimah yang memakai jilbab. Memang tidak dapat dipungkiri ada banyak motivasi para muslimah berjilbab. Ada yang beberapa tipe muslimah berjilbab, diantaranya;</span></span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">hidayah dan pemahaman ilmunya yang kuat </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">ingin terlihat lebih cantik</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">untuk menutupi cacat dan rambutnya yang mulai memutih</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">desakan pihak luar, baik keluarga maupun lingkungan</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">sebagai topeng dari perbuatan negatifnya</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tipe manakah yang akan diterima oleh Allah? Tentunya adalah para muslimah yang berjilbab hanya karena memenuhi perintah Allah, di luar dari itu adalah kesia-siaan. Bukankah amalan yang dilakukan bukan karena Allah adalah ujub, ria dan takabur yang tidak bernilai apa-apa dihadapan Allah. Sungguh sangat rugi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bukankah Allah Yang Maha Mengetahui, yang paling mengetahui setiap bisikan hati hamba-Nya dan bukankah Allah Yang Maha Pemberi Balasan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jilbab Hati. </span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jilbab hati berarti senantiasa menjaga kebersihan hatinya dari<span>  </span>segala penyakit hati seperti </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">iri, dengki, ujub, ria, takabur dan penyakit hati lainnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam ayat di atas, disebutkan bahwa para muslimah harus menjaga pandangannya. Artinya setiap muslimah harus bisa menjaga sikapnya dan tidak berusaha memikat lawan jenisnya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kebeningan hati tercipta jika kita menjaga diri dari dosa dan memperbanyak taubat. Hati yang gelap karena banyak kotoran didalamnnya terjadi jika kita tidak berdaya menjauhi maksiat dan enggan bertaubat. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pertanyaannya ialah apakah mungkin orang yang enggan mentaati perintah Allah akan mendapatkan hati yang bening? Disaat dia enggan mentaati perintah Allah, disaat itu ia tengah mengotori hatinya dan menjauhkan dirinya dari ampunan Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berjilbab merupakan titik awal menuju perubahan yang lebih baik dalam menggapai ridha Allah. Bukankah Allah memerintahkan muslimah berjilbab bertepatan dengan masa akil baligh yaitu ditandai dengan pertama haid pertama kali yakni dimana perhitungan semua amalan <span> </span>dimulai.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun, nyatanya tidak semua para muslimah yang berjilbab itu bersih hatinya dengan kata lain masih <span> </span>memiliki sifat-sifat negatif, seperti menggunjing, iri, dengki, riya dll.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bahkan tak jarang pula wanita tak berjilbab tapi memiliki banyak kebaikan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kalau harus memilih, manakah yang lebih baik?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Saya yakin, setiap insan pasti akan jatuh bangun dalam beribadah. Adakalanya semangat namun adakala juga futur menghinggapi. Ketika seorang muslimah berniat berjilbab hanya mengharapkan ridha Allah, maka<span>  </span>setiap ia melakukan dosa, ia akan segera bertobat, memperbaiki kesalahannya dan berusaha tidak mengulanginya. Hal ini karena imannya<span>  </span>berbalut ketaatan. Jilbabnya akan membawa ketenangan dan kebersihan jiwa. Jilbab akan membawanya kederajat takwa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lain hal dengan berjilbab bukan karena mengharapkan ridha Allah atau mengharapkan yang lain, maka jilbabnya tidak akan dapat mencegahnya dari perbuatan negatif atau maksiat lainnya. Hal ini terbukti dengan maraknya para muslimah yang berjilbab tapi tetap bermaksiat. Semuanya tergantung dari niat. Bukankah setiap amalan kita itu diwajibkan dengan meneguhkan niat terlebih dahulu, karena niat adalah bagian dari setiap <span> </span>rukun ibadah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam perjalanannya, niat itu memang seringkali goyah. Sering terbersih niatan yang ditujukan bukan karena Allah. Maka dari itu, sepatutunya kita selalu memperbaharui niat kita. Niatkan semua amalan baik kita hanya untuk Allah, sekalipun syaitan tak akan pernah tinggal diam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun terlalu naif bila karena <span> </span>segelintir muslimah berjilbab tapi <span> </span>tetap melakukan dosa membuat hukum berjilbab menjadi lemah. Bukankah Rasul pernah bersabda; wanita yang tidak akan mencium wangi syurga adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sungguh kebahagian yang sangat tak terhingga bagi para muslimah yang pandai menjaga kehormatannya, sehingga menyejukkan bila dipandang suaminya dan suaminya ridha padanya. Bukankah ridha Allah ada pada ridha suami.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Wallahu A’lam.</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=8&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/06/05/jilbab-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cantik Mana Yang Harus Dipilih ?</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/cantik-mana-yang-harus-dipilih/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/cantik-mana-yang-harus-dipilih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 02:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang ada dalam pikiran kita tentang cantik? Tubuh proporsional dengan wajah sempurna. Kulit putih, hidung mancung, bermata indah, bibir tipis merah merona, bulu mata yang lentik dan panjang, alis seperti semut yang berbaris teratur, rambut hitam panjang yang berkilau mirip model-model wanita yang sering kita saksikan dilayar kaca TV pada iklan kosmetik. Atau wajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=7&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apa yang ada dalam pikiran kita tentang cantik?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tubuh proporsional dengan wajah sempurna. Kulit putih, hidung mancung, bermata indah, bibir tipis merah merona, bulu mata yang lentik dan panjang, alis seperti semut yang berbaris teratur, rambut hitam panjang yang berkilau mirip model-model wanita yang sering kita saksikan dilayar kaca TV pada iklan kosmetik. Atau wajah yang lembut, mata yang teduh, bibir dimana keluar kata-kata penuh kebaikan, tangan yang hangat bertabur cinta. Atau kedua-duanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mungkin idealnya adalah seperti itu. Namun Allah Yang Maha Adil menciptakan wanita dengan ciri khas, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak semua wanita dianugerahi wajah cantik sempurna. Ada banyak wanita yang berwajah pas-pasan. Sekalipun memakai kosmetik yang sangat mahal tetap tidak banyak membantu membuat wajahnya menjadi cantik,<span id="more-7"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Banyak wanita bermimpi untuk selalu tampil cantik dan mempesona, sehingga diidam-idamkan banyak pria. Selalu menjadi pusat perhatian, bahkan katanya dengan berpenampilan cantik apapun bisa diraih. <span>Persis yang sering kita saksikan di iklan kosmetik di TV. Alhasil banyak wanita yang tergiur sehingga berbondong-bondong membeli produk iklan tersebut, tak perlu kita sebutkan karena kita sudah mengetahuinya. Bahkan uang tabungannya terkuraspun tidak masalah asalkan wajahnya disulap menjadi lebih cantik elok nan mempesona. Sebut saja krim pemutih wajah dan tubuh, spa dengan aroma terapi (tubuh, rambut dan kuku), lulur, operasi sedot lemak, shampoo,pewarna rambut dan perawatan lainnya yang semakin hari semakin banyak ragamnya. Semuanya diadakan untuk memanjakan wanita sekaligus menjanjikan tampil lebih mempesona. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tapi apakah betul seperti itu?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>Mudah-mudahan kita tidak tertipu oleh jerat kapitalis. bagaimana tidak, kriteria cantik yang mereka (produsen kosmetik) kampanyekan berhasil meraup rupiah yang sangat besar. </span><span>Mereka dengan bangga menampilkan modelnya tampil lebih elok jelita karena telah memakai produknya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lalu bagaimana dengan mereka yang diamanahi wajah pas-pasan? Tentu bagi mereka yang percaya adalah musibah. Berkulit gelap, hidung tidak mancung, dada rata, rambut tipis dan kekurangan lain yang harus segera dipermak. Keadaan ini seperti petaka baginya sehingga menjadikannya jauh dari rasa syukur serta lupa bahwa Allah telah menciptakannya dengan sebaik-baiknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cantik yang sebenarnya adalah cantik yang tidak hanya sebatas sempurnanya fisik. Cantik yang sejati adalah terpancar dari hati. Cantik yang ketika suami memandang wajahnya memancarkan sinar kelembutan. Matanya yang teduh membuat suaminya larut dalam hangat kesetiaan dan putih cintanya. Lembut tangannya yang selalu menolong siapapun yang memerlukannya, lentik jarinya begitu indah karena rajin bersedekah. Bibir lembutnya selalu mengeluarkan kata-kata penuh manfaat kebaikan bukan kesia-siaan. Cantik inilah yang akan abadi. Walaupun badannya sudah renta<span>  </span>dimakan usia, kulitnya yang sudah disapa keriput disana-sini, namun tetaplah ia Si Cantik Jelita yang mempesona. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lain hal dengan wanita cantik hanya sebatas<span>  </span>fisik. Cantik jenis ini memanglah tidak abadi. Wajah tuanya tidak bisa dibanggakan lagi. Wajah tua bagaikan kutukan. Dalam keadaan ini si cantik merasa masa emasnya sudah habis. Kini ia harus tinggal dengan tua yang menyesalkan karena krim anti agingnya tidak bisa mencegah datangnya tua.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi siapapun diri kita, bagaimana rupa kita, kita adalah ciptaan Allah yang sempurna. Kekurangan yang ada bukanlah bentuk kegagalan dari PenciptaanNya. Allah yang Maha Sempurna menciptakan kita dengan keunikan tersendiri. Cantik rupa adalah anugerah. Namun lebih mulia jika ia dibalut dengan iman dan takwa.<span>  </span>Wajah biasa saja akan terlihat cantik karena Allah menjadikannya cantik selama ia menjunjung iman dan takwa. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Cantik ada di dalam hati yang akan memancarkan kekuatan pesona tiada tara yang akan membuat orang-orang disekelilingnya terpesona bukan karena rupa melainkan jiwa yang dibalut iman takwa karena cinta kepada Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Wallahu a’lam <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>            </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=7&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/cantik-mana-yang-harus-dipilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiblat Jiwa</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/kiblat-jiwa/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/kiblat-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 01:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ketika ku harus sholat menghadap kiblat, ku tahu aku sedang memandang lurus Ka&#8217;bah. Bukankah ia merupakan konduktor terdasyat di muka bumi. Allah mewajibkan seluruh umat sholat menghadap kiblat bukan tanpa tujuan. Allah mewajibkan orang-orang yang berhaji dan umroh untuk mengelilingi Ka&#8217;bah yang  berlawanan dengan arah jarum jam, berlapis-lapis juga bukan tanpa tujuan. Bukankah berdoa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=6&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketika ku harus sholat menghadap kiblat, ku tahu aku sedang memandang lurus Ka&#8217;bah. Bukankah ia merupakan konduktor terdasyat di muka bumi. Allah mewajibkan seluruh umat sholat menghadap kiblat bukan tanpa tujuan. Allah mewajibkan orang-orang yang berhaji dan umroh untuk mengelilingi Ka&#8217;bah yang<span>  </span>berlawanan dengan arah jarum jam, berlapis-lapis juga bukan tanpa tujuan. Bukankah berdoa di sekeliling Ka&#8217;bah adalah mustajab. Bergetarnya hati, menangis haru bukanlah tanpa alasan. Deraian air mata dan jeritan hati bukanlah tanda tiada arti. di sana, Di Ka&#8217;bah pusaran gelombang elektromagnetik menghantarkan jutaan rasa dan asa tumpah ruah demi satu ketaatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">berharap saja, jiwa kotor ini terasa luruh, berharap noda-noda dosa yang melekat didiri tersapu bersih. di sana, di pusaran Ka&#8217;bah ataupun hanya dibentangan sajadah ini terhampar segala rasa dan asa. Kekuatan yang tidak pernah dimengerti itu hadir dan nyata, membawa semangat untuk terus memompa kisah-kisah dengan amalan yang baik. Berdiri teguh, berjalan mengelilinginya atau sekedar berlari mengitari Ka&#8217;bah membawa kita kedalam pusaran energi terkuat, doa-doa diijabah karena disini tempat sinyal terkuat yang dapat dirasa sampai langit ketujuh. subhanallah.<span id="more-6"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">meskipun kini, diatas hamparan sehelai sajadah ini, sinyal-sinyal kekuatan ini terus Allah pancangkan. semburan cintaNya terus dihadirkan demi membasahi jiwa-jiwa yang semakin kering ini. Ya Allah, hamba yakin, Cinta-Mu ini takkan pernah reda menghujani jiwa-jiwa kerontang ini, kasih-Mu tak pernah henti menyelimuti jiwa-jiwa lusuh ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">ya Allah, sampaikanlah diri dan jiwa ini sampai kesana. tempat hajar aswad bersemayam, yang selalu mengundang petir-Mu. Atau disana, Tempat Rasulullah beranjak Isra Mi&#8217;raj yang selalu berkilauan memancarkan cahaya dasyat yang merupakan titik yang paling bersinar di muka bumi yang dapat terlihat dari luar angkasa.Atau disana. Tempat dilahirkan para nabi tercinta. ladang nyata jihad kami, untuk memutus tangan-tangan zionis yang biadab. Ya Allah, Bilakah kesempatan itu hadir? sekedar penghapus kesia-siaanku di dunia. Wallahu A&#8217;lam.<span>    </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=6&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/09/kiblat-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motor Bagi Suamiku</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/08/motor-bagi-suamiku/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/08/motor-bagi-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 14:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dimana-mana di kampung di kota….,adalah tidak terlalu berlebihan bila kita meminjam sebagian lirik lagu Peuyeum Bandung untuk disandingkan dengan objek yang satu ini. Motor. Ya sepeda motor. Kemanapun sejauh mata memandang, maka kita akan melihatnya. Kendaraan roda dua ini semakin saja turut memadati jalan-jalan, seperti jalan raya, jalan komplek perumahan sampai daerah pelosok sekalipun. Bodynya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=5&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dimana-mana di kampung di kota….,adalah tidak terlalu berlebihan bila kita meminjam sebagian lirik lagu Peuyeum Bandung untuk disandingkan dengan objek yang satu ini. <span>Motor. Ya sepeda motor. Kemanapun sejauh mata memandang, maka kita akan melihatnya. Kendaraan roda dua ini semakin saja turut memadati jalan-jalan, seperti jalan raya, jalan komplek perumahan sampai daerah pelosok sekalipun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bodynya yang hemat sangat <span> </span>cocok bagi mereka yang sering mobile sendiri dan pasti sangat pas untuk diajak nyelap-nyelip. Tak heran kini motor sudah merupakan “lagu wajib” bagi setiap insan baik bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan anak-anak. Lihat saja sering kita jumpai suami,istri dan anak-anaknya mempunyai motor sendiri-sendiri. Bayangkan kalo anak-anaknya ada empat, berarti sudah ada enam motor yang harus diparkirkan di rumahnya. Alih-alih selain di garasi, kini motor sudah tidak malu-malu lagi bertengger di ruang tamu,ruang tengah, dapur bahkan ruang tidur bagi mereka yang saking sayang sama motornya, dan tentu saja bagi mereka yang hanya mengontrak satu ruangan saja.apa terlalu berlebihan ya?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ahh belum tentu juga, mengingat motor kini begitu mudah dipinang. Cukup hanya dengan beberapa ratus rupiah saja motor idaman sudah ditangan. Bahkan bagi mereka Sang Pencinta motor tak usah berpikir panjang untuk mendua alias mempunyai MIL (Motor Idaman Lain).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bagaimana tidak, tradisi kreditan motor ini sudah hal yang lumrah laiknya kreditan perabot rumah tangga. Proses yang mudah dan cepat membuat semakin banyak orang dapat memiliki kendaraan ini, termasuk orang yang dalam keterbatasan dana, akan diberikan kemudahan seperti lama angsuran dan besarnya DP.tak apalah yang penting bisa tampil keren, toh gak ada yang tahukan? Tentu saja tak usah bilang siapa-siapa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi kesemuanya tidak berlaku bagi suami tercintaku. Sikapnya yang dingin kepada motor membuat harapan untuk dibonceng mesra olehnya harus dikubur dalam-dalam. Tak ada motor yang membuatnya jatuh hati walaupun model yang semakin variatif tetap saja tak berkutik. Tapi tak apalah, asal dia harus memboncengku dengan Xenia silvernya,insyaAllah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Lain halnya dengan Syamil anak kami. Kecintaannya pada motor tak usah diragukan lagi walaupun usianya baru saja diawal dua tahunan. Oton sebutannya, maklum saja masih cadel. Setiap hari dia bertengger di atas motor pamannya sambil mencoba menyapa orang-orang yang melintas di depannya, bahkan dengan tangan mungilnya yang terampil tak canggung untuk mencuci lalu mengelapnya dengan telaten. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Yess! Mudah-mudahan dia akan memboncengku kelak dewasa kau nanti.InsyaAllah! </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=5&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/08/motor-bagi-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUKAN DI NEGERI ANEH</title>
		<link>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/02/bukan-di-negeri-aneh/</link>
		<comments>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/02/bukan-di-negeri-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 16:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummusyamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummusyamil.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Negeri ini memang negeri yang sudah tidak aneh lagi. Betapa tidak, negeri ini sering tayang dilayar kaca. Negeri sagala aya itulah julukannya. Semuanya ada disini. Baik buruk negeri ini sudah menjadi rahasia bersama.   Negeri yang saya tengok setiap harinya memang menyisakan banyak peristiwa kecil dan besar. Seperti hari ini, kunyalakan TV untuk menemani santap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=3&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Negeri ini memang negeri yang sudah tidak aneh lagi. Betapa tidak, negeri ini sering tayang dilayar kaca. Negeri sagala aya itulah julukannya. Semuanya ada disini. Baik buruk negeri ini sudah menjadi rahasia bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Negeri yang saya tengok setiap harinya memang menyisakan banyak peristiwa kecil dan besar. Seperti hari ini, kunyalakan TV untuk menemani santap siangku, dengan harap bertemu kembali dengan lembaran kisah yang mungkin saja membuatku merasa lebih bersemangat untuk menghadapi hari. Namun apa yang kusaksikan. Seorang ibu yang menangis karena jerih payahnya mengantri minyak tanah tidak membuahkan hasil. Sambil menggendong<span>  </span>putrinya ia berharap untuk mendapatkan beberapa liter saja. Janji pemerintah untuk memberikan minyak tanah dengan harga diskon membuat dirinya sanggup menempuh perjalanan jauh. Namun tak ada setetes pun. Yang ada hanya tetesan keringat tanda rasa lelah karena dia sudah berjam-jam menunggu menghadang terik mentari yang sedari dulu membakar kulitnya, maklumlah dia adalah keluarga nelayan. Suaminya adalah nelayan yang sudah tidak bisa pergi lagi melaut karena tidak ada bahan bakarnya yaitu minyak tanah. Hatinya hancur merasa dikhianati. Himpitan ekonomi yang sudah dari dulu mendera hidupnya kini semakin menjerat habis. Benteng kesabarannya mulai roboh, karena kebahagiaannya telah diambil, kehidupannya telah dirampas. Yang sebenarnya tidak terlalu muluk, asal kebutuhan hariannya tercukupi walaupun hanya dengan makan tiga kali sehari,itupun sudah sangat istimewa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ahh ibu yang malang. Tak terasa air mata saya pun tumpah. Hati saya terasa perih. Sesaat saya bisa merasakan kepedihannya walaupun tidaklah sama, namun saya sempat merasakan rasa sakit itu. Bukankah kita sama-sama wanita. Wanita yang eksistensinya sangat dibutuhkan keluarga dan negara. Oleh <span> </span>karena kita harus tetap kuat dan berani melewati sandungan hidup. Sesaat aku larut dalam kisah seharianku yang bergelut melawan cobaan hidup. Ditengah melonjaknya semua bahan pokok, tetaplah aku harus menyediakan makanan bergizi untuk keluargaku. Mencatat dan menghitung pengeluaran harian agar tidak kedodoran diakhir bulan. Tentunya tidak seberapa bagimu. Mungkin hidupku tidak sepahit dan sekeras hidupmu. Namun bukankah Allah membebankan cobaan sesuai dengan kemampuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Saya tengok kedaerah sebelahnya, ratusan orang berdemo menuntut kepala desanya untuk turun tahta, karena telah terbukti mencabuli gadis desanya. Video amoralnya beredar luas diwarga desa. Alhasil wargapun tersulut. Kemarahan warga tak bisa dibendung lagi melihat video rekaman pribadi Sang Kepala Desa itu. Setelah diusut ternyata perbuatan cabulnya itu bukanlah pertama kali. Ihh jijik banget!<span id="more-3"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Di tengah warganya berjuang menghadapi<span>  </span>hidup yang semakin hari semakin keras, berjuang <span> </span>sekedar untuk menyambung hidup, bukannya memberikan keteladanan namun sibuk mengumbar nafsu syahwatnya. Na’udzu billah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Saya bergeser di daerah sebelahnya. Ribuan orang tengah berdemo menuntut keadilan, karena kehidupannya telah hilang. rumah, sawah, kebun, kantor, pabrik dan harta benda lainnya hancur ditelan lumpur panas bercampur gas. Hidupnya berubah drastis. Tinggal dipenampungan yang jauh dari nyaman,<span>  </span>tidak punya pekerjaan, membuat sebagian orang kehilangan kesehatan fisik dan mental. Sebagian warga mengemis dipinggir jalan memohon kepedulian kepada masyarakat yang melintas atau sekedar menonton tragedi dari dekat. <span> </span>Sebagian orang lagi<span>  </span>berjuang melalui hukum karena daerahnya tidak termasuk peta penggantian. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Setiap saat mereka menjerit meminta keadilan atas bencana yang menimpa mereka. Entah ini salah siapa? Yang jelas mereka telah kehilangan harapan untuk hidup seperti dulu. Menatap ketidak pastian hidup. Mengerikan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Saya berlari kearah utara. Bentokan antar masyarakat masih belum juga berakhir. Dua kubu pendukung gubernur ini terus berjuang antara hidup dan mati agar Sang Gubernur yang dielu-elukannya bisa naik tahta. Sekalipun pada saatnya nanti, saat sang gubernur pujaan berkuasa belum tentu kehidupannya menjadi lebih baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dua kubu ini terus bertikai karena menilai bahwa pihaknyalah yang menang. Ini berawal dari dugaan adanya ketidak adilan dalam perhitungan suara yang berujung di Mahkamah Agung yang keputusannya bertentangan dengan keputasan Menteri Dalam Negeri. Sehingga kedua calon gubernur berhak jadi gubernur. Alhasil rebutan kedudukan ini berjalan sengit, dan sampai sekarang bentrokan yang menelan korban antar masing-masing kubu itu masih berlangsung. Konflik horizontal ini sempat membuat perekonomian lumpuh, suasana pun semakin mencekam. Begitulah kalau aroma kekuasaan membius banyak orang. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">(koq bisa ya,dua-duanya menang? )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Saya bergeser ke arah timurnya. Seorang kepala desa yang diajukan kepolisi oleh beberapa ulama setempat karena dianggap menghina Nabi Muhammad, yang kini aroma penghinaan ini semakin sensitif. Semenjak Wilders anggota parlemen Belanda menayangkan film yang berisi hinaan terhadap Al-Quran dan Hadits juga hinaan biadab kepada Nabi Muhammad saw, banyak kalangan ormas islam berdemo tanda geram dengan hinaan yang sering dilontarkan kaum teroris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebelum emosi ini terpancing dalam, lalu aku berbelok arah menuju arar barat. Disana tengah digelar pesta demokrasi cukup bresar., Hajatan besar yang akan menentukan masa depan warga daerah setempat, apalagi kalau bukan pilkada. Janji-janji diumbar demi mendapatkan kursi gubernur dan<span>  </span>wakil. Ratusan milyar dialirkan agar kampanye semakin seru dan meriah. Hajatan penting ini seolah meniadakan pentingnya perbaikan jalan yang rusak yang telah meminta banyak korban atau<span>  </span>menutup mulut-mulut yang tengah kelaparan atau perbaikan sekolah-sekolah yang rusak parah yang berhasil melukai banyak siswanya, dan buanyak lagi yang tak<span>  </span>sanggup disebut satu persatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Akhirnya tayangan tentang negeri ini ditutup, begitu pula santap siangku yang terasa pahit. Berganti dengan tayangan negeri lain entah berantah. Negeri yang sangat berbeda dengan negeri tadi. Masyarakat yang membicarakan tren baju dan rambut. Masyarakat yang menganggap ketenaran diatas segalanya. Masyarakat yang mengumbar syahwat. Tidak ada lagi tangisan karena kelaparan, tak ada antrian minyak tanah, tak ada wajah-wajah sedih, yang ada hanya wajah-wajah ceria nan menawan berbalut baju indah bahkan ada beberapa diantaranya tak ingin berbaju. Yap, inilah negeri laknat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Saya matikan saja layar itu dan bergegas mengambil wudlu untuk shalat dzuhur. Rakaat pertama terbayang tangisan ibu yang tadi . wajahnya menghias doa-doaku. Berjuta doa untukmu wahai pahlawan negeriku. Jangan aneh, toh negeri kita masih acak adut. Jangan bersedih, engkau masih punya Allah yang takkan<span>  </span>pernah bosan mendengarkan keluh kesahmu. </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pergilah Pada-Nya biarkan Dia menuntun kisahmu. Wallahu ‘alam.<span>  </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummusyamil.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummusyamil.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummusyamil.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummusyamil.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummusyamil.wordpress.com&amp;blog=3630762&amp;post=3&amp;subd=ummusyamil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummusyamil.wordpress.com/2008/05/02/bukan-di-negeri-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c32f71d543f411f19c3e48544a572a3e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummusyamil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
